Showing posts with label rock climbing. Show all posts

Rappelling Curug Telu


"Daya jelajah manusia yang semakin luas. Tren wisata dan perjalanan meningkat tajam beberapa tahun terakhir. Membuat surga-surga tersembunyi tersingkap tak lagi tersembunyi. Menyisakan tempat-tempat indah yang sulit dijangkau. Namun bagaimanapun, pengetahuan dan rasa keingintahuan, terlebih keinginan dan semangat kebaruan membuat manusia dapat mengakses tempat-tempat yang sebelumnya tampak mustahil dapat diakses. Teknik dan teknologi peralatan yang berkembang, ditambah gaya hidup menciptakan pasar, industri, dan komersialisasi wisata. Semuanya demi memuaskan hasrat dan pemujaan manusia terhadap keindahan alam. Manusia semakin merasa memiliki alam yang seakan semuanya dalam genggaman. Sebuah romantisme yang akan diwariskan pada keturunan dan generasi penerusnya". 

Di Timur Indonesia 3 : Deep Water Soloing Labengki


Lalu sebagian di antara kita, mereka mampu melihat menembus beton dan tembok yang mengekang zaman. Keluar dari batas kehidupan, dan memperluas pandangan. Menemukan sebuah kecil pijakan yang menjanjikan kebebasan. Maka nampaknya, bagi mereka, itu adalah sebuah kemungkinan yang tak terbatas. Lalu mereka berjalan, dan menemukan tempat baru di ujung garis depan. Dan bergitulah mereka terus berjalan, berada di depan, dan menentukan batas baru dalam peradaban. Karena pada dasarnya, impian tak dapat diwujudkan tanpa kemauan. Harapan, akan selalu ada bagi mereka yang memiliki keyakinan. Lalu saat kita mulai berjalan, mereka mencapai seberang cakrawala yang menutupi pandangan. Tapi pada akhirnya, semua orang akan memilih sebuah keputusan. Memilih sebuah tujuan dan kebebasan. Atau diam tanpa melawan, menukarkan dirinya pada gaya hidup kekinian.

Di Timur Indonesia 3 : Pulau Labengki


"Bagaimana kalau sebetulnya kita hanya probabilitas? Kemungkinan. Dalam hitungan deret matematis. Kita adalah kemungkinan. Kemungkinan kita beririsan dengan kemungkinan orang lain, sehingga kita dapat bertemu dengan orang lain. Bisa jadi kemungkinan kita akan menjadi kemungkinan lain jika kita mengambil keputusan yang berbeda. Atau hal yang lebih ekstrem, bagaimana kalau sebetulnya kita tidak benar-benar ada. Kita tidak hidup dalam kemungkinan kita sendiri. Kita tidak beririsan dengan kemungkinan orang lain, tapi justru merupakan kemungkinan dari orang lain". 

Panjat Tebing Siung (Lagi)


Alih-alih merayakan tahun baru, sebagian petualang ini justru memilih menjauh dari gemerlap kota dan menikmatinya dengan gaya radikal mereka.

Jenjang Prestasi Atlet Panjat Tebing Indonesia


Merasa punya skill, tapi tidak tahu bagaimana menyalurkannya? Jangan Khawatir. Verticalsummit terbang ke Semarang menemui seorang rekan kami seorang pelatih senior yang memberi kami sedikit bocoran "jalan menuju kesuksesan".


Top Rope Pacitan

Kali ini aku mengingat masa-masa SMA dulu, di saat aku baru mengenal panjat tebing. Walaupun aku berkenalan dengan panjat dinding sejak akhir SMP, tetapi aku benar-benar merasakan sensasi memanjat tebing alam saat kelas dua SMA. Tampaknya saat ini aku pantas untuk "kelihatan bodoh". Bagaimana tidak, saat aku pertama kali menaklukkan tebing alam - saat itu di Tebing Putih Kebumen - aku melakukannya dengan top rope. Teknik yang sama dengan beberapa anak kecil seumuran 12-13 tahun yang sedang bersamaku saat ini.

Pantai Siung, Surga Pemanjat Tebing


Pantai Siung, Surga Pemanjat Tebing

Selamat datang di Daerah Istimewa Jogjakarta, satu-satunya wilayah di Indonesia yang masih menganut sistem kerajaan. Tak seperti kultur adat yang berkembang lambat, tradisi panjat tebing Indonesia justru berevolusi dengan pesat di Jogjakarta. Inilah potret sebenarnya tentang panjat tebing alam Indonesia.