Jejak Petualang Trans 7

Posted by on Saturday, April 13, 2013

Telepon berdering di pukul satu tengah malam yang menunjukkan pergantian tanggal 21 Januari menuju 22 Januari 2013. Setengah kantuk aku menjawab telepon masuk yang ternyata dari seorang rekan pengurus FPTI Jogjakarta. Seorang teman asal Tegal yang juga tamu Couchsurfing-ku yang saat itu sedang surfing di rumahku pun sempat terbangun mendengar dering ponselku.

"Tanggal 25 beangkat ke Jogja, semua perlengkapan sudah disiapkan. Tinggal bawa webbing dan perlengkapan slacklinemu," Kata temanku Pristiawan di akhir perbincangan kami. Pemberitahuan itu cukup mendadak, tapi aku tak punya pilihan untuk mengikuti jadwal mereka. "Tim Jejak Petualang sudah ada jadwal shooting di luar hari itu," ungkapnya di sela-sela perbincangan tadi.




Have fun!
Hari itu, sesuai jadwal, aku berangkat ke Jogjakarta bersama Yusak Yulius. Aku mencoba berkoordinasi dengan beberapa slacker lain dari Jakarta, Pushing Panda Bandung, Jogjakarta, dan Freeslack Crew Solo. Nyatanya, pemberitahuan yang mendadak membuat sebagian besar dari mereka tak bisa hadir. Terlebih, saat itu merupakan week day.

Hanya Freeslack Crew yang mengkonfirmasi kehadiran mereka. Mereka bahkan datang lebih awal sehari sebelumnya dan menyempatkan camping di Pantai Siung Jogjakarta, lokasi yang akan kami tuju sebagai tempat shooting acara petualangan dengan ratting tertinggi itu. Menjadi bintang tamu dalam acara itu cukup membanggakan dan menggembirakan juga.

Dengan menempuh lima jam perjalanan dari Purwokerto, kami bertemu dengan crew Jejak Petualang di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogjakarta. Kami berkenalan dan melakukan sedikit wawancara mengenai slackline mulai dari sejarah slackline hingga perkembangannya di Indonesia. Kami mengakhiri pertemuan malam itu tengah malam dan berencana melanjutkan perjalanan menuju Pantai Siung keesokan harinya.

Perjalanan menuju Pantai Siung kami tempuh selama kurang dari dua jam. Delapan orang anggota Freeslack Crew yang dikoordinir Sadham Aulia Rahman menyambut kami bersama sepoi angin laut yang lengket.

Pukul sembilan pagi dan kami memutuskan untuk langsung mempersiapkan alat dan mencari spot shooting. Aku menunjukkan lokasi First Ascent yang pernah aku taklukkan sebelumnya. Lokasinya tepat berada di Tebing Siung dengan ketinggian sekitar sembilan meter dan panjang lintasan sekitar tiga belas meter. Namun dengan pertimbangan background yang kurang ekstrem, kami mencari lokasi lain.
Rigging Setup

Yusak mensetup rigging
 Kami memutuskan untuk mengambil lokasi di Blok D Pantai Siung, lokasinya berada di sebelah selatan Jalur Kuda Laut. Terdapat dua batu setinggi kurang lebih enam meter yang posisinya berseberangan.

Aku dan Yusak memasang anchor memanfaatkan rongga dan celah kecil di bebatuan karang itu. Dua rigging akhirnya selesai dalam dua jam. Satu menggunakan webbing satu inchi dan rigging lain menggunakan Rookie Line-ku yang memang sengaja dipasang untuk deep water soloing.
Yusak on the line

Sadham (Freeslack Crew) on the line
Kali ini kami tidak berlaku ceroboh dengan mengabaikan backup kernmantel pada kedua rigging kami. Sayang air laut siang itu tengah surut yang tidak memungkinkan untuk deep water soloing di laguna kecil di bawah kami. Maka kami pun kembali pada renana kami, highline atau yang mungkin lebih cocok disebut midline karena tak terlalu tinggi.

Albana (Freeslack Crew) on the line
Aku menamatkan onsight pada lintasan itu, sedangkan Yusak perlu beberapa kali percobaan hingga dia benar-benar bisa menaklukkan rigging itu. Beberapa trick statis aku peragakan dalam shooting hari itu. Hand Lever, Buddah, Plane, Ip-side down, maupun laybak on the line.

Me on the line

Hand Lever

Foot Plant
Shooting hari itu selesai pukul empat sore, tim Jejak Petualang langsung meluncur menuju Jogjakarta. Sedangkan kami masih menginap satu malam di tenda yang kami dirikan dekat Rumah Mbah Wasdi, base camp pemanjat di Pantai Siung.

Indoslackline, Freeslack Crew,  & Elephant Family. Pantai Siung Jogjakarta. Dari kiri ke kanan : Vandhol, Sadham, Metchin, Albana, Yusak, Pandhu, Aku, Basuni.
Me in the TV

Hand Lever inTV

Mereka memanggilku "Usro" dan Yusak dengan "Yusra". LOL.

Leave a Reply