Canyoning Seribu Meter Metro Tv & Blue Ice Pond

Posted by on Thursday, May 12, 2016


Ramai di perbincangan timeline sosial mediaku, sebuah pemeo bahwa Purwokerto tidak butuh mall. Purwokerto adalah kota yang dapat dinikmati tanpa pusat perbelanjaan. Jujur, bagiku ada pusat perbelanjaan atau tidak di suatu kota bukan menjadi masalah penting bagiku.

Aku lebih memilih menghabiskan waktu dengan kotor belepotan tanah dibanding wangi berparfum dan memandangi harga-harga dan deretan barang baru di pusat perbelanjaan. Terlebih dengan alam yang hanya terpisah beberapa menit dari tempatku berdiri, siapa yang membutuhkan pusat perbelanjaan. Ada atau tidak pemeo itu, tanpa harus disebutkan, kota ini telah menyediakan banyak hal bagiku.

2 Februari 2015. Akhir tahun memang selalu menjadi waktu-waktu tersibuk. Hanya saja, aku tidak menyangka kesibukan masih tersisa hingga akhir bulan pertama di tahun 2015 ini. Aku telah menyelesaikan pekerjaanku di pertengahan Januari lalu. Memiliki beberapa materi yang bisa aku simpan untuk dua minggu ke depan. Rasanya aku sedang tidak ingin ke mana-mana. Banyak spot-spot baru yang belum aku eksplor, ajakan-ajakan untuk berpetualang di kota sendiri, serta beberapa orang yang ingin aku temui.

Rasanya aku ingin "berlibur" dalam dua minggu ini. Tolong diartikan bahwa hanya sedikit perbedaan antara pekerjaanku dengan kata dalam tanda petik pada kalimat sebelumnya. Tapi tentu saja, pekerjaan adalah pekerjaan. Seberapa santai atau bebasnya, terkandung tanggungjawab besar di dalamnya. Seperti kata dosen filsafat yang beberapa waktu lalu ditirukan temanku bahwa sesungguhnya manusia tidak dapat bebas dalam arti sesungguhnya.

Dan kali ini beberapa pekerjaan datang padaku. Setelah penugasan yang dapat aku selesaikan dengan waktu lebih cepat dari perkiraan, aku masih memiliki janji yang belum aku penuhi. Walau aku belum menjanjikan tanggal pastinya, namun tetap saja. Aku harus meluangkan sedikit waktuku untuk menepati janjiku. 

Nampaknya kali ini aku harus menunda kembali janjiku. Seorang rekan dari Metro Tv untuk program Seribu Meter menghubungiku dan menanyakan tentang canyoning. Kami sempat berkomunikasi sekitar tiga bulan sebelumnya, Niken namanya. Ia mengetahui namaku melalui blog ini. Tim-nya tertarik untuk mengupas tentang Purwokreto, termasuk canyoning yang kami lakukan.

Dan memang, kota ini memiliki perpaduan yang pas bagiku. Ada tantangan di antara kenyamanan yang tersedia di kota kecil ini. Setelah berkomunikasi intensif, ditentukan hari untuk pengambilan gambar. Ada beberapa list materi yang ia kirim melalui email untuk diangkat. Dari informasi yang ia dapat, ia ingin mengangkat beberapa tema liputan dari Baturraden Adventure Forest seperti night trekking, jungle trekking, downhill, dan tentu saja canyoning. 

Aku menghubungi beberapa anggota Canyoning ID yang lain, tampaknya mereka sedang sibuk dengan urusan akademis. Terpaksa hanya aku dan Jalom dapat on cam saat pengambilan gambar. Aku pun mencatut beberapa orang lain seperti Wiwit dan Mas Hadi. Sedangkan untuk materi downhill, aku menghubungi seorang rekanku dari komunitas Banyumas Gowes Adventure (Ban Gede).

Tidak ada kendala berarti dalam pengambilan gambar, kecuali cuaca yang memaksa tim untuk bekerja dengan terburu-buru di pagi hari, dan bermalas-malas di sore hari. Seperti hari-hari sebelumnya, cuaca di sekitar Baturraden selalu cerah saat pagi. Membuat Gunung Slamet selalu tampak menakjubkan. Serta berubah dengan cepat layaknya mood wanita saat siang menjelang sore. Tanpa mendung, hujan seringkali mengguyur dengan tiba-tiba.

Nampaknya aku harus sedikit berterima kasih karena Niken merekomendasikan pada direktornya untuk membagi materi Purwokerto menjadi dua episode. Episode pertama tentang petualangan di Baturraden, dan episode kedua khusus mengenai canyoning. Sayangnya aku tidak dapat mengambil banyak foto karena selain on cam, aku pun membantu beberapa bagian dengan menjadi kameramen tambahan.

CATATAN :  Tulisan ini sebenarnya sudah saya tulis lama, namun baru sempat saya posting. Momen diliputnya wilayah Baturraden dalam program 1000 Meter juga mengawali dikenalnya Blue Ice Pond sebagai salah satu spot destinasi di kawasan Baturraden Adventure Forest. Lokasi tersebut diberikan oleh Niken.


Leave a Reply